Jumat, 06 April 2012

OPTIMALISASI PERAN ORANG TUA DAN SEKOLAH DALAM PENDIDIKAN


Pendidikan anak memang sangat penting, dan tiada pemberian terbaik bagi anak selain pendidikan. Pendidikan dari sekolah akan membantu seorang anak bukan hanya mengerti teori dari mata pelajaran yang diajarkan, tetapi sekolah telah menyediakan serangkaian materi untuk mendidik seorang anak juga termasuk perkembangan dirinya. Namun, tanggung jawab pendidikan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab sekolah.

Kunci menuju pendidikan yang baik adalah keterlibatan orang dewasa yaitu orang-tua yang penuh perhatian. Jika orang-tua terlibat langsung dalam pendidikan anak-anak di sekolah, maka prestasi anak tersebut akan meningkat. Setiap siswa yang berprestasi dan berhasil menamatkan pendidikan dengan hasil baik selalu memiliki orang-tua yang selalu bersikap mendukung.
Apa yang dapat dilakukan oleh orang-tua bagi anaknya setelah mereka memasuki pendidikan di sekolah?
1.  Dukungan Orang-Tua
Sekolah hanya membantu menyedikan lingkungan dan fasilitas dalam pendidkan.  Orang tualah sesungguhnya yang bertanggungjawab penuh dalam pendidikan anak-anaknya. Oleh karena itu, kita sebagai orang-tua sebaiknya memberi perhatian kepada anak-anak dan menanamkan kepada mereka nilai dan tujuan pendidikan. Kita juga harus berupaya mengetahui perkembangan anak mereka di sekolah. Caranya adalah dengan berkunjung ke sekolah untuk melihat situasi dan lingkungan pendidikan di sekolah. Menaruh minat terhadap aktivitas sekolah akan secara langsung mempengaruhi pendidikan anak kita. 
2.  Kerja Sama dengan Guru
Biasanya apabila timbul masalah-masalah gawat, barulah beberapa orang-tua menghubungi guru anak-anak. Sebaiknya, orang-tua perlu mengenal guru di sekolah dan menjalin hubungan yang baik dengan mereka. Berkomunikasilah dengan guru untuk perkembangan anak. Guru juga perlu diberitahu bahwa kita memandang penting pendidikan anak kita di sekolah sebagai bagian kehidupannya. Ini akan membuat guru lebih memperhatikan anak kita. Hadirilah pertemuan orang-tua murid dan guru yang diselenggarakan oleh sekolah. Pada pertemuan ini, kita memiliki kesempatan untuk mengetahui prestasi akademis anak serta perkembangan anak di sekolah.

Jika seorang guru mengatakan hal yang buruk mengenai anak, dengarkan dulu guru tersebut dengan penuh respek, dan selidiki apa yang ia katakan. Kita juga dapat menanyai guru-guru di sekolah mengenai prestasi, sikap, dan kehadiran anak di sekolah. Jika seorang anak sering bermuka dua, maka penjelasan dari guru bisa jadi mengungkap hal-hal yang disembunyikan anak saat bersikap manis di rumah.
3.  Sediakan waktu untuk anak
Selalu sediakan waktu yang cukup banyak bagi anak Anda. Jika anak pulang sekolah, umumnya mereka cukup stres dengan beban pekerjaan rumah, ulangan, maupun problem lainnya. Sungguh ideal jika orang-tua misalnya seorang ibu berada di rumah pada saat anak-anak di rumah. Seorang anak akan senang bercerita ketika pulang sekolah seraya mengeluarkan semua keluhan dan bebannya kepada orang-tua. Bisa jadi mereka mulai menceritakan teman-temannya yang nakal. Kita bisa segera tanggap dengan hal tersebut jika menyediakan waktu bagi anak-anak.
4.  Awasi kegiatan belajar di rumah
Tunjukkan kita berminat pada pendidikan anak. Pastikan anak-anak sudah mengerjakan pekerjaan rumah (PR) mereka. Wajibkan diri kita untuk mempelajari sesuatu bersama anak-anak. Membacalah bersama-sama mereka. Jangan lupa jadwalkan waktu setiap hari untuk memeriksa pekerjaan rumah anak. Kendalikan waktu menonton TV, Internet dan bermain game dari anak-anak.
5.  Ajari tanggung jawab
Sekolah umumnya akan memberi banyak tugas untuk dipersiapkan anak di rumah dan di sekolah. Apakah mereka mengerjakan tugas-tugas itu dengan benar dan baik? Seorang anak dapat bertanggung jawab mengerjakan tugas mereka di sekolah jika kita telah mengajar mereka untuk mengerjakan tanggung jawab di rumah. Cobalah mulai memberikan anak pekerjaan rumah tangga rutin setiap hari seperti membersihkan tempat tidur sendiri menurut jadwal yang spesifik. Pelatihan di rumah seperti itu akan membutuhkan banyak upaya di pihak keluarga karena perlu diawasi. Tetapi hal itu akan mengajar anak kita rasa tanggung jawab yang mereka butuhkan agar berhasil di sekolah dan di kemudian hari dalam kehidupan.
6.  Disiplin
Jalankan disiplin dengan tegas namun dengan penuh kasih sayang. Jika kita selalu menuruti keinginan anak, maka mereka akan menjadi manja dan tidak bertanggung jawab. Problem lain bisa muncul jika kita terlalu memanjakan anak seperti prestasi yang buruk, dan masalah lainnya.
7.  Kesehatan
Jaga kesehatan anak kita agar prestasi belajarnya tidak terganggu. Buat jadwal tidur yang cukup untuk anak kita. Anak-anak yang kelelahan tidak dapat belajar dengan baik. Lalu hindari makanan seperti junk food, karena selain menyebabkan problem obesitas, juga mendatangkan pengaruh yang buruk terhadap kesanggupannya untuk berkonsentrasi.
8.  Jadi teman terbaik
Jadilah teman terbaik bagi anak kita. Luangkan waktu untuk berbagi berbagai hal dengan mereka. Seorang anak membutuhkan semua teman yang matang yang bisa ia dapatkan.
Sebagai orang-tua, kita dapat menghindari banyak problem dan kekhawatiran atas pendidikan anak dengan mengingat bahwa kerja sama yang sukses dibangun di atas komunikasi yang baik. Kerja sama yang baik dengan para pendidik di sekolah juga dapat membantu melindungi anak kita.
Senantiasa mengulang pelajara dari Nabi saw. ;
Dari Abu Hurairah Radihiyallohu anhu, Rasulullah saw bersabda :
“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, kedua orang tuanyalah yang membuatnyamenjadi yahudi, nasrani atau yahudi ..”

“Dan Ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS Al Anfal : 28)

“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS At Taghabun : 15)

(Dari berbagai sumber, ditulis kembali dari Talk Show Radio Robbani FM, 21 Maret 2011, Nara Sumber : Abdullah Syukri dan Siti Zunaenah)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar